Dalam kurang dari tiga tahun, TikTok Shop berubah dari eksperimen social-commerce yang sempat dilarang menjadi sekitar sepertiga GMV marketplace Indonesia yang dilacak Magpie IQ. Kenaikan itu adalah kisah penentu e-commerce Indonesia sejak 2023. Namun memasuki paruh kedua 2026, data bulanan menunjukkan sesuatu yang baru: tanda-tanda pertama bahwa momentumnya mulai mendingin.

Grafik garis: pangsa TikTok Shop atas GMV platform Indonesia yang terlacak naik dari 23,1% pada Mei 2025 ke puncak sekitar 37,8% pada Maret 2026, lalu melandai ke 32,4% pada Mei 2026.
Pangsa TikTok Shop atas GMV platform Indonesia yang terlacak (kategori FMCG), Mei 2025 – Mei 2026. Sumber: Magpie IQ.

Keadaan TikTok Shop di Indonesia Saat Ini

TikTok Shop kini menjadi kanal nomor dua yang jelas di e-commerce Indonesia, di belakang Shopee dan di depan Lazada serta Blibli. Diukur di seluruh kategori FMCG yang dilacak Magpie IQ pada tingkat SKU, TikTok Shop — etalase yang terintegrasi dengan Tokopedia ditambah aplikasi TikTok mandiri — mencapai sekitar 32% GMV platform terlacak pada Mei 2026, naik dari sekitar 23% setahun sebelumnya. Itu kenaikan hampir sepuluh poin persentase pangsa dalam dua belas bulan, dengan GMV terlacak tumbuh sekitar 40% year-on-year, menurut data Magpie IQ.

~32%
Pangsa TikTok Shop atas GMV platform Indonesia terlacak, Mei 2026
+40%
Pertumbuhan GMV terlacak year-on-year (Mei 2025 → Mei 2026)
58%
Dari GMV terlacak TikTok Shop berasal dari kecantikan & perawatan diri
−17%
Unit terjual di kanal terintegrasi Tokopedia, Jan → Mei 2026

Pertumbuhan utama itu konsisten dengan gambaran regional yang lebih luas. Momentum Works menempatkan e-commerce platform Asia Tenggara di US$157,6 miliar pada 2025, dengan entitas gabungan TikTok Shop–Tokopedia mencapai sekitar dua pertiga GMV regional Shopee. Pembacaan Cube Asia serupa, dengan TikTok Shop tumbuh sekitar 66% sepanjang 2025 menjadi kira-kira 31% GMV platform gabungan. Singkatnya: 2025 adalah tahun TikTok Shop mengubah ancaman menjadi skala. Untuk konteks pasar yang lebih luas, lihat ikhtisar kami tentang pasar e-commerce Indonesia pada 2026.

Bagaimana TikTok Shop Menjadi Marketplace #2 Indonesia

Larangan, lalu merger. Pada akhir 2023, Indonesia melarang platform media sosial memfasilitasi transaksi langsung — aturan yang menyasar langsung TikTok Shop. Alih-alih keluar dari pasar e-commerce terbesar di negara ini, induk TikTok, ByteDance, mengambil saham pengendali (sekitar 75%) di Tokopedia pada Desember 2023 dan menggabungkan operasi tokonya di Indonesia ke dalam platform tersebut. Langkah itu memungkinkan TikTok Shop tetap berjualan sesuai aturan e-commerce Indonesia sekaligus mewarisi skala, basis penjual, dan logistik Tokopedia.

Penemuan berbasis konten. Keunggulan struktural yang dibawa TikTok Shop bukan harga — melainkan penemuan. Live stream, demonstrasi produk berdurasi pendek, dan konten afiliasi kreator menggeser sebagian besar belanja dari cari-dan-katalog menjadi penelusuran berbasis hiburan. Video commerce kini menyumbang sekitar seperempat GMV e-commerce regional, dan porsinya lebih tinggi di kategori yang bersifat impulsif.

Kecantikan adalah mesinnya. Tidak ada yang lebih jelas daripada di kecantikan dan perawatan diri, yang menyumbang sekitar 58% GMV TikTok Shop Indonesia yang terlacak, menurut data Magpie IQ — sejauh ini kategori terbesarnya. Produk kosmetik, skincare, dan perawatan diri sangat cocok untuk demonstrasi langsung dan endorsement kreator, dan telah memikul sebagian besar pertumbuhan TikTok Shop di Indonesia.

Di Mana TikTok Shop Mulai Mendingin pada 2026

Di sinilah data terbaru menyimpang dari headline tahunan. Angka year-on-year — yang menjadi dasar sebagian besar laporan — masih menunjukkan TikTok Shop naik kuat. Tetapi Magpie IQ melacak pasar bulan demi bulan, dan di dalam 2026 gambarannya telah berubah.

Di seluruh kanal gabungannya, GMV Indonesia terlacak TikTok Shop melandai sekitar 4% antara Januari dan Mei 2026, dan unit terjual di etalase terintegrasi Tokopedia turun sekitar 17% pada periode yang sama, menurut data Magpie IQ. Pelemahan paling tajam di kategori yang paling penting baginya: di kecantikan dan perawatan diri, GMV terlacak TikTok Shop turun sekitar 10% sepanjang lima bulan pertama 2026, bahkan saat Shopee menumbuhkan GMV kecantikannya 14% dan kembali memperlebar keunggulan — menggandakan selisih antara kedua platform di kategori itu.

Salah satu penjelasan yang masuk akal konsisten dengan sesuatu yang sudah menjadi konsumsi publik: sepanjang 2024 dan 2025, TikTok Shop mengonsolidasikan tenaga kerjanya di Indonesia setelah merger Tokopedia, dari sekitar 5.000 karyawan saat kesepakatan menjadi dilaporkan 2.500, dengan pengurangan mencakup operasi, pemasaran, dan logistik, sebagaimana dilaporkan People Matters. Tim lokal yang lebih ramping adalah hal yang wajar dikaitkan dengan kanal yang bergantung pada dukungan penjual dan kreator secara langsung. Kami tegaskan ini hipotesis, bukan sesuatu yang dibuktikan data GMV — tetapi hipotesis yang dapat diuji, dan layak dipantau hingga paruh kedua 2026.

Lihat di dalam data

Ingin melihat performa TikTok Shop di kategori Anda, bulan demi bulan, melawan Shopee dan Tokopedia? Lacak pangsa platform, GMV, dan bauran penjual pada tingkat SKU dengan Magpie IQ.

Jelajahi Farsight →

Langkah Selanjutnya untuk TikTok Shop di Indonesia

Dari pertumbuhan ke monetisasi. Seperti setiap platform di pasar ini, fase berikutnya TikTok Shop adalah tentang kualitas pendapatan, bukan sekadar GMV — iklan, retail media, dan layanan penjual di atas transaksi. Brand yang menang di sini adalah yang memperlakukan TikTok Shop sebagai kanal penempatan berbayar, bukan hanya live-selling organik.

Regulasi tetap dalam bingkai. Merger Tokopedia tetap berada dalam pengawasan regulator persaingan Indonesia, yang telah menetapkan syarat terkait konsentrasi pasar dan akses terbuka untuk pembayaran serta logistik. Brand yang merencanakan strategi di TikTok Shop sebaiknya berasumsi bahwa aturan mainnya masih bisa berubah.

Pantau tren bulanan, bukan tahunan. Pelajaran paling berguna dari data 2026 adalah bahwa laporan tahunan tertinggal dari pasar. TikTok Shop adalah pemenang 2025, dan kisah itu nyata — tetapi pendinginan yang dimulai awal 2026 hanya terlihat oleh siapa pun yang melacak pasar secara bulanan. Bagi seorang category manager, pertanyaannya bukan "apakah TikTok Shop besar?" (memang besar) melainkan "apakah ia masih menanjak di kategori saya kuartal ini?" — dan jawaban itu kini benar-benar terbuka.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Seberapa besar TikTok Shop di Indonesia pada 2026?

Per Mei 2026, TikTok Shop menyumbang sekitar 32% GMV platform yang dilacak Magpie IQ di kategori FMCG Indonesia, naik dari sekitar 23% setahun sebelumnya — kanal nomor dua yang jelas di belakang Shopee.

Apakah TikTok Shop lebih besar dari Shopee di Indonesia?

Tidak. Shopee masih memegang pangsa terbesar. TikTok Shop berada di posisi kedua dan mengejar banyak ketertinggalan pada 2025, tetapi di kecantikan — kategori terbesarnya — Shopee kembali memperlebar keunggulan platformnya sepanjang lima bulan pertama 2026.

Mengapa TikTok membeli Tokopedia?

Setelah Indonesia melarang transaksi social-commerce pada akhir 2023, ByteDance mengambil saham pengendali (sekitar 75%) di Tokopedia pada Desember 2023 dan menggabungkan operasi tokonya di Indonesia ke dalam platform — menjaga TikTok Shop tetap patuh sekaligus memperoleh skala dan logistik Tokopedia.

Apakah TikTok Shop masih tumbuh di Indonesia pada 2026?

Secara year-on-year, ya — kuat. Tetapi data bulanan Magpie IQ menunjukkan laju kenaikannya mendingin pada awal 2026: GMV kanal gabungan melandai sekitar 4% dari Januari ke Mei, unit turun sekitar 17%, dan kecantikan turun sekitar 10%.


Magpie IQ melacak penjualan tingkat SKU di Shopee, Tokopedia, TikTok Shop, Lazada, Blibli, dan Bukalapak, secara kontinu sejak 2021. Angka yang disebut GMV terlacak mencerminkan kategori FMCG yang dicakup Magpie IQ, bukan total GMV platform semua kategori; TikTok Shop diukur di etalase terintegrasi Tokopedia dan aplikasi mandiri. Angka regional 2025 dikreditkan kepada Momentum Works dan Cube Asia; angka tenaga kerja kepada People Matters. Disediakan untuk tujuan informasi saja, tanpa jaminan.