Kopi e-commerce Indonesia adalah pasar ~$7,6Jt per bulan per Mei 2026 (−19% dibanding tahun lalu), dan secara praktis adalah pasar kopi (kopi ~89% GMV minuman), dipimpin roaster lokal — tetapi para pemimpin lama melambat seiring tumbuhnya roaster-roaster baru; TikTok Shop luar biasa kuat di sini (~17%). — menurut pelacakan tingkat-SKU Magpie IQ di Shopee, TikTok Shop, Tokopedia, dan Lazada. Halaman ini memeringkat brand kopi terlaris berdasarkan GMV nyata.

Siapa brand kopi dengan pangsa pasar terbesar di Indonesia?

Diperingkat dari GMV selama Maret–Mei 2026, sebagai persentase dari total GMV kopi e-commerce Indonesia, menurut data Magpie IQ:

#BrandPangsa pasarAsal · tier
1Kapal Api8.9%Lokal · menurun
2Nescafe4.8%Global (Nestlé)
3Indocafe3.8%Lokal · menurun
4Sakha Coffee3.5%Lokal
5Luwak2.9%Lokal
6KITFEE2.6%Lokal · naik
7Good Day2.5%Lokal
8Milo2.3%Global (Nestlé)

Lima brand teratas menguasai sekitar ~25% pasar dan sepuluh teratas sekitar ~34% — Kapal Api memimpin dengan 8.9%.

Platform mana yang menjual kopi terbanyak di Indonesia?

  • Shopee — 58.4%
  • Tokopedia | Shop — 20.4%
  • TikTok Shop — 17.0%

Apa yang laku di dalam kategori ini?

  • Kopi — 89.4%
  • Minuman Cokelat — 10.4%

Siapa yang sedang naik dan turun?

Naik: KITFEE, Luwak, Milo. Turun: Kapal Api, Indocafe.

Tentang data ini

Angka bersumber dari platform intelijen e-commerce Magpie IQ, yang melacak penjualan tingkat-SKU di Shopee, Tokopedia, TikTok Shop, Lazada, Blibli, dan Bukalapak di Indonesia. GMV = harga setelah diskon × unit terjual. Pangsa pasar adalah GMV sebuah brand sebagai persentase dari total GMV kategori yang dilacak selama Maret–Mei 2026. Peringkat mencerminkan transaksi nyata, bukan survei.