Parfum e-commerce Indonesia adalah pasar sekitar USD 33 juta per bulan per Mei 2026 dan sub-pasar kecantikan dengan pertumbuhan tercepat, sekitar +46% dibanding tahun lalu, menurut pelacakan tingkat-SKU Magpie IQ di Shopee, TikTok Shop, Tokopedia, dan Lazada. Ciri paling mencolok: hampir seluruhnya dipimpin oleh rumah parfum lokal Indonesia. Halaman ini memeringkat brand parfum terlaris berdasarkan GMV nyata.

Siapa brand parfum dengan pangsa pasar terbesar di Indonesia?

Diperingkat dari GMV selama Maret–Mei 2026, sebagai persentase dari total GMV parfum e-commerce Indonesia, menurut data Magpie IQ:

#BrandPangsa pasarAsal · tier
1Scarlett7.8%Lokal · menurun
2Mykonos4.4%Lokal
3NCO3.9%Lokal · naik
4Octarine3.8%Lokal
5HMNS3.3%Lokal · naik
6SAFF & Co.3.0%Lokal
7Evangeline1.6%Lokal
8Morris1.6%Lokal

Kategori ini sangat terfragmentasi — delapan brand teratas hanya menguasai sekitar 29% — dan didominasi rumah parfum lokal (Scarlett, Mykonos, NCO, Octarine, HMNS, SAFF & Co.). Nama global nyaris absen dari peringkat atas.

Platform dan jenis produk?

  • Shopee — ~55%, ekosistem Tokopedia ~37%, TikTok Shop ~5,9%.
  • Berdasarkan jenis: Parfum Unisex ~54%, Wanita ~28%, Pria ~18% — brand lokal memasarkan aroma sebagai gender-neutral.

Siapa yang sedang naik dan turun?

Rumah parfum lokal yang lebih baru NCO dan HMNS melesat (NCO peraih kenaikan terbesar), bersama Mykonos dan SAFF & Co.; sang pemimpin lama Scarlett melunak tajam, begitu pula Octarine — skena lokal yang berotasi cepat dan digerakkan desain.

Tentang data ini

Angka bersumber dari platform intelijen e-commerce Magpie IQ, yang melacak penjualan tingkat-SKU di Shopee, Tokopedia, TikTok Shop, Lazada, Blibli, dan Bukalapak di Indonesia. GMV = harga setelah diskon × unit terjual. Pangsa pasar adalah GMV sebuah brand sebagai persentase dari total GMV kategori yang dilacak selama Maret–Mei 2026. Peringkat mencerminkan transaksi nyata, bukan survei.