Makanan Hewan Peliharaan e-commerce Indonesia adalah pasar ~$10Jt per bulan per Juni 2026 (+14% dibanding tahun lalu), dan kategori FMCG paling terkonsentrasi di Shopee yang kami lacak, dan jelas didominasi kucing; keunggulan premium Royal Canin luar biasa besar dan tahan lama, sementara penantang lokal Cat Choize dan Kitchen Flavor terus naik. — menurut pelacakan tingkat-SKU Magpie IQ di Shopee, TikTok Shop, Tokopedia, dan Lazada. Halaman ini memeringkat brand makanan hewan peliharaan terlaris berdasarkan GMV nyata.

Siapa brand makanan hewan peliharaan dengan pangsa pasar terbesar di Indonesia?

Diperingkat dari GMV selama April–Juni 2026, sebagai persentase dari total GMV makanan hewan peliharaan e-commerce Indonesia, menurut data Magpie IQ:

#BrandPangsa pasarAsal · tier
1Royal Canin●●●Global (Mars) · premium
2Cat Choize●●●Lokal
3Me-O●●●Impor (TH)
4Kitchen Flavor●●●Lokal
5Whiskas●●●Global (Mars)

Ingin detail lebih dalam tentang kategori ini?

Halaman ini adalah ringkasan publiknya. Untuk detail lebih lengkap tentang kategori ini — trennya, siapa yang sedang naik, dan data di balik ranking — tinggalkan kontak Anda dan tim kami akan menghubungi Anda.

Tanpa spam — kami hanya menghubungi terkait permintaan ini.

Lima brand teratas menguasai sekitar ~43% pasar dan sepuluh teratas sekitar ~60% — Royal Canin memimpin dengan 19.0%.

Platform mana yang menjual makanan hewan peliharaan terbanyak di Indonesia?

  • Shopee — 79.3%
  • Tokopedia | Shop — 9.0%
  • TikTok Shop — 5.3%
  • Tokopedia — 5.2%

Apa yang laku di dalam kategori ini?

  • Makanan Kucing — 82.2%
  • Makanan Anjing — 17.8%

Siapa yang sedang naik dan turun?

Naik: Cat Choize, Kitchen Flavor, Me-O. Turun: —.

Tentang data ini

Angka bersumber dari platform intelijen e-commerce Magpie IQ, yang melacak penjualan tingkat-SKU di Shopee, Tokopedia, TikTok Shop, Lazada, Blibli, dan Bukalapak di Indonesia. GMV = harga setelah diskon × unit terjual. Pangsa pasar adalah GMV sebuah brand sebagai persentase dari total GMV kategori yang dilacak selama April–Juni 2026. Peringkat mencerminkan transaksi nyata, bukan survei.